Apakah manajer adalah seorang pemimpin atau leader? apakah leader juga adalah seorang manager. marilah kita pelajari secara singkat esensi dari seorang manajer dan leader. Apa yang membedakan mereka berdua?
Manajer
|
Leader
|
1. Diangkat dengan surat. Contoh: Seorang manajer sebuah
toko bisa jadi diangkat dari kantor pusat atau dari pemiliknya.
|
Diangkat karena Orang Sepakat.
Contoh : Bisa jadi Leader di sebuah toko tersebut adalah
seorang tukang parkir karena secara aklamasi disadari atau tidak, sengaja atau
tidak, orang yg paling didengar adalah tukang parkir tsb.
Ketika Manajer toko tersebut memutuskan parkir di sebuah toko gratis tapi kenyataannya parkir tetep harus bayar dan semua orang sepakat parkir harus bayar jadi leader adalah tukang parkir |
2. Orang-orang yang melakukan dengan benar. Contoh ketika Manajer akan naik gunung. Dia melakukan persiapan dengan benar, mengatur latihan dengan sangat baik, mengatur logistic dengan sangat baik, mengatur timing
dengan baik, mengatur apa dengan siapa dengan sangat baik. Saat dia mencapai
puncak gunung dia heran ternyata gunungnya salah.
|
|
3. Manajer biasanya diangkat dari atas.
|
Dipilih dan didukung dengan suara paling banyak.
|
4. Karena diangkat dengan s
|
Bersifat Sukarela. Contoh: Ketika sekelompok orang akan
berfoto bersama biasanya ada salah
satu yang mengatur, ”Ayo ini kurang ke sini, Itu kurang menunduk, ayo senyum, dsb". Orang yang mengatur tersebut tidak peduli orang yang jabatan paling tinggi atau rendah pada saat itu
dia adalah seorang leader. Leader disini adalah dia sukarela bukan terpaksa, bukan
mau tidak mau tapi secara sukarela dia memimpin & kemudian yang lain mengikuti
dia secara Sukarela itulah Leader.
|
6. Berfokus kepada sistem dan struktur. Manager sibuk
dengan urusan cara-cara bekerja, manajer sibuk dengan urusan dari struktur organisasi.
|
Berfokus kepada orang, seorang leader sibuk
memperhatikan perkembangan orang-orangnya sehingga pengikutnya mendukung & memberikan
dengan hati tulus bukan secara terpaksa.
|
8. Memiliki pandangan jarak pendek, hanya berada di darat. Pandangannya hanya sejauh mata memandang.
Manajer mempersiapkan segalanya termasuk logistik, membawa kapak, gergaji listrik, membawa jaket dan
memprediksi bisa sampai berapa lama waktunya, sumber daya apa saja yang diperlukan.
Leader memberi petunjuk “Kalau anda di sektor kanan sungainya lebar, kalau ke kiri dengan sudut derajat tertentu maka sungainya sempit bisa dilalui”. Pentingnya manajer juga harus sering mengikuti leader. Mengapa? karena leader di atas helikopter. Leader juga harus sering turun melihat kondisi nyata dimana posisi manager berada. Mengetahui kondisi nyata di dalam pertempuran sesungguhnya. |
Memiliki perspektif/ jarak pandang yang jauh, alias memiliki visi yang jelas. Misalnya seorang
leader naik sebuah helikopter sehingga pandangannya jauh & lebih luas.
Seorang Leader menentukan Goal. Sedangkan melalui pengarahan seorang leader, seorang manajer harus
menyeberangi hutan & melalui sungai ini untuk kemudian bisa mencapai
goalnya ataupun sasarannya sehingga bisa mencapai sasaran yang lebih baik.
|
9. Manajer bertanya bagaimana cara mengerjakannya dan
kapan harus dikerjakan.
|
Leader bertanya apanya yang harus dikerjakan dan kenapa
harus dikerjakan ”Why, Mengapa ? Leader tahu persis apa yang harus dituju
dan kenapa dia harus sampai tujuan.
|
10. Manajer menaruh mata pada hasil akhir. Manajer
hanya YES! Tahun ini kita mencapai sasarannya ini dan Goalnya,YES!
Manajer memandang tumpukan batu (baca masalah dan tantangan) sebagai suatu hambatan untuk pencapaian Goal. |
Leader menaruh mata ke masa depan, Tidak hanya YES karena pencapaian tahun ini, tetapi melihat kesinambungan apakah pencapaian tahun ini sudah selaras dengan pencapaian jangka panjang.
Leader tidak mengeluh jika ada tumpukan batu (baca masalah dan tantangan) di depan mata. Justru melihat masalah sebagai satu kesempatan untuk bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi. Melihat hal tersebut sebagai pembelajaran untuk pencapaian yang lebih besar |
Seorang Leader dia menantang status Quo, dia tidak
mau adanya kekosongan dan dia akan menciptakan pembaruan dan terobosan untuk mengambil
tanggung jawab mengisi kekosongan. Misal di dalam suatu kondisi tidak ada
perintah seorang manajer akan membiarkan saja sedangkan seorang leader Tidak!
Ketika tidak ada perintah dia akan mengisi dengan memimpin dan mengarahkan ke
dampak yang lebih baik. Akan mencoba melakukan dengan pendekatan-pendekatan berbeda sampai berhasil.
|
|
12. Manajer itu mempertahankan dan memelihara
sesuatu yang sudah ada
|
Seorang Leader tidak akan menerima sesuatu hal yang
sekedar baik. Leader akan terus mengembangkan menjadi ke arah yang lebih baik, lebih baik, lebih baik dari yang sebelumnya. Karena Good is not Enough.
|
13.Manajer mengelola yang sudah ada. Tidak berpikir bagaimana mengembangkan lebih lanjut. Perubahan tampaknya menjadi kesulitan dan kendala baginya.
|
Leader ber-Inovasi dengan membuat perubahan-perubahan untuk
mencapai hal-hal baru yang lebih baik walaupun perubahan tidak selalu membawa hal
baru yang lebih baik. LEADER dengan senang hati mengambil hal-hal baru tersebut, sehingga
dia bisa belajar akhirnya mencapai hal-hal baru tersebut menjadi lebih baik.
|
14. Fokus dengan peraturan, Mengelola dengan peraturan dan disiplin terhadap peraturan.
|
Leader dia mengelola RISIKO! Leader akan menghitung
Risikonya termasuk ketika dihadapkan dengan peraturan. Apakah dengan mengikuti
peraturan ini dia akan melangkah menjadi lebih baik ataupun harus melanggar
peraturan. Apakah dengan melanggar peraturan juga bisa menjadi lebih baik? Leader mengelola risiko mana yang lebih berat & ringan. Kemungkinan besar mana yang
akan terjadi. Bagaimana memperkecil risiko, tetap take action menuju ke arah
yang diimpikan.
|
16. Seorang Manajer yang paling penting kestabilitasan, keteraturan.
|
Leader yang paling penting perubahan yang diperlukan untuk
mencapai kebaikan atau mencapai hal-hal yang menjadi lebih baik.
|
17. Manager fokus kepada taktik dan ketrampilan dalam
melaksanakan tindakan untuk mencapai Goalnya.
|
Leader fokus pada strateji, gambar besar atau
kumpulan-kumpulan dari taktik yang harus dijalankannya untuk mencapai impian yang diinginkannya.
|
18. Manajer berdasarkan pada fakta ataupun bukti.
|
Leader berdasarkan gagasan, ide ataupun impian. Contoh: Waktu Akyo Morita waktu pergi ke USA kemudian melihat banyak orang di jalan
memanggul Tape besar dan menari-nari di jalan, Waktu pulang ke Jepang, dia pergi ke Manager bagia Riset pengembangan. Dia minta ke bagian riset
utk mengembangkan/ mencari suatu
teknologi bahwa TAPE itu harus lebarnya 9cm, panjang 11cm, tebalnya 2cm. Bagian Riset mengatakan tidak mungkin karena faktanya belum ada transistor ukurannya kecil yang
bisa dipasang. Akyo M berkata “NO” Cari caranya atau buat sendiri caranya yang
paling penting adalah berhasil. Beberapa kemudian terciptalah “WALKMAN” dari Sony
Corporation, Akyo Morita adalah penemu & Pemilik Sony Corporation.
|
19. Manajer berdasarkan bimbingan. Manajer meminta
dibimbing & dia membimbing bawahannya.
|
Leader berdasarkan INISIATIF. Tanpa dibimbing dia
berinisiatif untuk membimbing dan menginspirasi rekan-rekannya agar mereka dengan
sukarela berinisiatif. Akibatnya potensi dari rekan-rekannya keluar secara makimal.
|
20. Manajer fokus kepada sasaran. Manajer hanya akan fokus
bagaimana mencapai sasaran tadi tetapi seringkali manajer mencapai sasaran yang tidak
tepat.
|
|
21. Manajer menggunakan otak kiri yaitu Logis sistematis
berdasarkan urut-urutan.
|
Leader Fokus pada efektifitas artinya disini tidak
peduli berapa banyak uang yang dihabiskan selama itu betul-betul bisa menghasilkan
untung bukan menjadi masalah. Leader tidak fokus kepada pengiritan tetapi fokus kepada Hasil.
Contoh: Leader efektifitas yang paling penting adalah hasil. Kadang butuh biaya lebih banyak tapi hasilnya lebih banyak. Misalnya, jika orang fokus pada efisiensi untuk menghasilkan 100 orang butuh 50. Kenyataannya untuk 100 yang ke dua ternyata butuh 80. Manajer, karena dia fokus pada effisiensi maka dia akan menolak meningkatkan menjadi 80 karena harusnya hanya 50. Leader, dia akan setuju meski untuk menghasilkan 100 dia dibutuh 80. Selama masih masuk hitungan akan diterjang. Yang penting, hasil lebih dahulu. Berapa biaya yang dibutuhkan, yang penting membawa hasil dan bisa diterima. |
Bagaimana menurut Anda? Jika ingin menjadi besar dan menjadi memiliki pegaruh pada banyak orang, jadilah seorang LEADER. Caranya adalah dengan menerapkan hal-hal yang dimiliki oleh seorang leader. Jika berhasil memimpin diri sendiri, pastilah akan berhasil memimpin orang lain.
GO BREAKTHROUGH















Tidak ada komentar:
Posting Komentar