Sabtu, 09 Agustus 2014

MANAJER VS LEADER

Apakah manajer adalah seorang pemimpin atau leader? apakah leader juga adalah seorang manager. marilah kita pelajari secara singkat esensi dari seorang manajer dan leader. Apa yang membedakan mereka berdua?

Manajer
Leader
1. Diangkat dengan surat. Contoh: Seorang manajer sebuah toko bisa jadi diangkat dari kantor pusat atau dari pemiliknya.
Diangkat karena Orang Sepakat.
Contoh : Bisa jadi Leader di sebuah toko tersebut adalah seorang tukang parkir karena secara aklamasi disadari atau tidak, sengaja atau tidak, orang yg paling didengar adalah tukang parkir tsb. 

Ketika Manajer toko tersebut memutuskan parkir di sebuah toko gratis tapi kenyataannya parkir tetep harus bayar dan semua orang sepakat parkir harus bayar jadi leader adalah tukang parkir
2. Orang-orang yang melakukan dengan benar. Contoh ketika Manajer akan naik gunung. Dia melakukan persiapan dengan benar, mengatur latihan dengan sangat baik, mengatur logistic dengan sangat baik, mengatur timing dengan baik, mengatur apa dengan siapa dengan sangat baik. Saat dia mencapai puncak gunung dia heran ternyata gunungnya salah.
Orang-orang melakukan hal-hal yang benar. Contoh Leader menentukan dulu gunung yang mana yang akan didaki baru dia akan memanjat.

3. Manajer biasanya diangkat dari atas.
Dipilih dan didukung dengan suara paling banyak.
4. Karena diangkat dengan surat /diangkat dari atas, mau tidak Mau dia berfungsi sebagai manajer.
Bersifat Sukarela. Contoh: Ketika sekelompok orang akan berfoto bersama  biasanya ada salah satu yang mengatur, ”Ayo ini kurang ke sini, Itu kurang menunduk, ayo senyum, dsb". Orang yang mengatur tersebut tidak peduli orang yang jabatan paling tinggi atau rendah pada saat itu dia adalah seorang leader. Leader disini adalah dia sukarela bukan terpaksa, bukan mau tidak mau tapi secara sukarela dia memimpin & kemudian yang lain mengikuti dia secara Sukarela itulah Leader.
5. Dalam pekerjaannya, dia mengandalkan motivasi,  reward & punishment sehingga orang mengikut aturan mainnya.


Memberikan inspirasi, dia memberikan inspirasi dengan contoh & dia membangkitkan inspirasi dengan cara dia sendiri melakukan. Kemudian menjadi teladan bagi bawahannya.

6. Berfokus kepada sistem dan struktur. Manager sibuk dengan urusan cara-cara bekerja, manajer sibuk dengan urusan dari struktur organisasi.
Berfokus kepada orang, seorang leader sibuk memperhatikan perkembangan orang-orangnya sehingga pengikutnya mendukung & memberikan dengan hati tulus bukan secara terpaksa.
7. Manajer tergantung pada pengawasan/ kontrol untuk membuat keteraturan.
Leader menginsipasikan kepercayaan. Leader bisa dipercaya serta membuat orang percaya kepadanya sehingga orang mengikuti tanpa harus dikontrol ataupun tanpa harus diawasi.


8. Memiliki pandangan jarak pendek, hanya berada di darat.   Pandangannya hanya sejauh mata memandang.
Manajer mempersiapkan segalanya termasuk logistik, membawa kapak, gergaji listrik, membawa jaket dan memprediksi bisa sampai berapa lama waktunya, sumber daya apa saja yang diperlukan.

Leader memberi petunjuk “Kalau anda di sektor kanan sungainya lebar, kalau ke kiri dengan sudut derajat tertentu maka sungainya sempit bisa dilalui”. 
Pentingnya manajer juga harus sering mengikuti leader. Mengapa? karena leader di atas helikopter. 

Leader juga harus sering turun melihat kondisi nyata dimana posisi manager berada. Mengetahui kondisi nyata di dalam pertempuran sesungguhnya.
Memiliki perspektif/ jarak pandang yang jauh, alias memiliki visi yang jelas. Misalnya seorang leader naik sebuah helikopter sehingga pandangannya jauh & lebih luas.
Seorang Leader menentukan Goal. Sedangkan melalui pengarahan seorang leader, seorang manajer harus menyeberangi hutan & melalui sungai ini untuk kemudian bisa mencapai goalnya ataupun sasarannya sehingga bisa mencapai sasaran yang lebih baik.
9. Manajer bertanya bagaimana cara mengerjakannya dan kapan harus dikerjakan.


Leader bertanya apanya yang harus dikerjakan dan kenapa harus dikerjakan ”Why, Mengapa ? Leader tahu persis apa yang harus dituju dan kenapa dia harus sampai tujuan. 
10. Manajer menaruh mata pada hasil akhir. Manajer hanya YES! Tahun ini kita mencapai sasarannya ini dan Goalnya,YES! 

Manajer memandang tumpukan batu (baca masalah dan tantangan) sebagai suatu hambatan untuk pencapaian Goal.
Leader menaruh mata ke masa depan, Tidak hanya YES karena pencapaian tahun ini, tetapi melihat kesinambungan apakah pencapaian tahun ini sudah selaras dengan pencapaian jangka panjang.

Leader tidak mengeluh jika ada tumpukan batu (baca masalah dan tantangan) di depan mata. Justru melihat masalah sebagai satu kesempatan untuk bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi. Melihat hal tersebut sebagai pembelajaran untuk pencapaian yang lebih besar
11. Manajer menerima status Quo atau status kosong dan dia tidak peduli karena dia hanya menjaga dan menjalankan saja. Jika terjadi stagnasi, dijalankan saja apa yang bisa dijalankan tanpa berpikir bagaimana caranya keluar dari stagnasi tersebut.

Seorang Leader dia menantang status Quo, dia tidak mau adanya kekosongan dan dia akan menciptakan pembaruan dan terobosan untuk mengambil tanggung jawab mengisi kekosongan.  Misal di dalam suatu kondisi tidak ada perintah seorang manajer akan membiarkan saja sedangkan seorang leader Tidak! Ketika tidak ada perintah dia akan mengisi dengan memimpin dan mengarahkan ke dampak yang lebih baik. Akan mencoba melakukan dengan pendekatan-pendekatan berbeda sampai berhasil.

12. Manajer itu mempertahankan dan memelihara sesuatu yang sudah adamempertahankan dan memelihara sesuatu yang sudah BAIK.
Seorang Leader tidak akan menerima sesuatu hal yang sekedar baik. Leader akan terus mengembangkan menjadi ke arah yang lebih baik, lebih baik, lebih baik dari yang sebelumnya. Karena Good is not Enough.
13.Manajer mengelola yang sudah ada. Tidak berpikir bagaimana mengembangkan lebih lanjut. Perubahan tampaknya menjadi kesulitan dan kendala baginya.
Leader ber-Inovasi dengan membuat perubahan-perubahan untuk mencapai hal-hal baru yang lebih baik walaupun perubahan tidak selalu membawa hal baru yang lebih baik. LEADER dengan senang hati mengambil hal-hal baru tersebut, sehingga dia bisa belajar akhirnya mencapai hal-hal baru tersebut menjadi lebih baik.
14. Fokus dengan peraturan, Mengelola dengan peraturan dan    disiplin terhadap  peraturan.
Leader dia mengelola RISIKO! Leader akan menghitung Risikonya termasuk ketika dihadapkan dengan peraturan. Apakah dengan mengikuti peraturan ini dia akan melangkah menjadi lebih baik ataupun harus melanggar peraturan. Apakah dengan melanggar peraturan juga bisa menjadi lebih baik? Leader mengelola risiko mana yang lebih berat & ringan. Kemungkinan besar mana yang akan terjadi. Bagaimana memperkecil risiko, tetap take action menuju ke arah yang diimpikan.
15. Manajer yang paling penting bagaimana bentuknya, kotaknya atau Casingnya.
Seorang Leader yang paling penting bagaimana isinya, maknanya, sejatinya hal-hal yang penting diutamakan oleh Leader. Entah caranya bagaimana dia tidak peduli yang paling penting isinya mana? targetnya mana? Maknanya tersampaikan.
16. Seorang Manajer yang paling penting kestabilitasan, keteraturan.  
Leader yang paling penting perubahan yang diperlukan untuk mencapai kebaikan atau mencapai hal-hal yang menjadi lebih baik.
17. Manager fokus kepada taktik dan ketrampilan dalam melaksanakan tindakan untuk mencapai Goalnya
Leader fokus pada strateji, gambar besar atau kumpulan-kumpulan dari taktik yang harus dijalankannya untuk mencapai impian yang diinginkannya.
18. Manajer berdasarkan pada fakta ataupun bukti.
Leader berdasarkan gagasan, ide ataupun impian. Contoh: Waktu Akyo Morita waktu pergi ke USA kemudian melihat banyak orang di jalan memanggul Tape besar dan menari-nari di jalan, Waktu pulang ke Jepang, dia pergi ke Manager bagia Riset pengembangan. Dia minta ke bagian riset utk mengembangkan/ mencari suatu teknologi bahwa TAPE itu harus lebarnya 9cm, panjang 11cm, tebalnya 2cm. Bagian Riset mengatakan tidak mungkin karena faktanya belum ada transistor ukurannya kecil yang bisa dipasang. Akyo M berkata “NO” Cari caranya atau buat sendiri caranya yang paling penting adalah berhasil. Beberapa kemudian terciptalah “WALKMAN” dari Sony Corporation, Akyo Morita adalah penemu & Pemilik Sony Corporation.
19. Manajer berdasarkan bimbingan. Manajer  meminta dibimbing & dia membimbing bawahannya.
Leader berdasarkan INISIATIF. Tanpa dibimbing dia berinisiatif untuk membimbing dan menginspirasi rekan-rekannya agar mereka dengan sukarela berinisiatif. Akibatnya potensi dari rekan-rekannya keluar secara makimal.
20. Manajer fokus kepada sasaran. Manajer hanya akan fokus bagaimana mencapai sasaran tadi tetapi seringkali manajer mencapai sasaran yang tidak tepat.
Leader Fokus lebih dahulu kepada Alternatif . Dengan adanya alternatif dia membuka kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar sehingga dia bisa mendapatkan hal-hal yang tepat.
21. Manajer menggunakan otak kiri yaitu Logis sistematis berdasarkan urut-urutan.
Leader menggunakan otak kiri & otak kanan sekaligus. Otak kanan berupa gagasan, ide berpikir menyamping, kreatif. Otak kiri dibutuhkan untuk logis sistematis beserta urut-urutannya.
 
22. Manajer fokus pada Efisiensi. Contoh: Manager fokus Efiensi dia mengurangi segala biaya bisa jadi pencapaiannya tidak optimal karena fokusnya adalah penghematan. 


Leader Fokus pada efektifitas artinya disini tidak peduli berapa banyak uang yang dihabiskan selama itu betul-betul bisa menghasilkan untung bukan menjadi masalah. Leader tidak fokus kepada pengiritan tetapi fokus kepada Hasil. 
Contoh: 
Leader efektifitas yang paling penting adalah hasil. Kadang butuh biaya lebih banyak tapi hasilnya lebih banyak. Misalnya, jika orang fokus pada efisiensi untuk menghasilkan 100 orang butuh 50. Kenyataannya untuk 100 yang ke dua ternyata butuh 80. 
Manajer, karena dia fokus pada effisiensi maka dia akan menolak meningkatkan menjadi 80 karena harusnya hanya 50.
Leader, dia akan setuju meski untuk menghasilkan 100 dia dibutuh 80.   Selama masih masuk hitungan akan diterjang. Yang penting, hasil lebih dahulu. Berapa biaya yang dibutuhkan, yang penting membawa hasil dan bisa diterima.

Bagaimana menurut Anda? Jika ingin menjadi besar dan menjadi memiliki pegaruh pada banyak orang, jadilah seorang LEADER. Caranya adalah dengan menerapkan hal-hal yang dimiliki oleh seorang leader. Jika berhasil memimpin diri sendiri, pastilah akan berhasil memimpin orang lain.

GO BREAKTHROUGH